Jumat, 10 Oktober 2014

Keindahan Alam Tanah Toraja di lihat Dari Atas Batutumonga

Keindahan Alam TanahToraja  di lihat Dari Atas Batutumonga

Keindahan Alam Tanah di lihat Dari Atas Batutumonga
Batutumonga
Apakah  anda  pernah mendengar sebuah daerah bernama Batutumonga? Inilah salah satu pilihan wisata alam terbaik yang dimiliki Indonesia.
Mengunjungi Tana Toraja di Sulawesi Selatan, Anda bisa langsung melaju hingga ke Batutumonga. Salah satu pilihan destinasi wisata alam yang sayang jika Anda lewatkan.
Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Tak heran jika banyak orang menjadikan gunung ini tempat terbaik menyaksikan keindahan Tana Toraja dari ketinggian, termasuk panorama Kota Rantepao.
Penat dengan rutinitas di kota yang penuh polusi, Anda dapat melepaskannya di sini dengan menghirup segarnya udara pegunungan sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. Batu-batu makam yang tersebar, rumah-rumah tradisional, serta sawah yang menghampar menjadi pemandangan yang spektakuler.
Tak hanya Tana Toraja, di kejauhan tampak pula Bentang Kota Rantepao, Ibu Kota Kabupaten
Keindahan Alam Tanah di lihat Dari Atas Batutumonga
Pemandangan Batutumonga
Toraja Utara yang juga merupakan pintu masuk ke negeri yang subur dan makmur ini. Rantepao berjarak sekira 20 km atau sekira 1–1,5 jam perjalanan berkendara, seperti dilansir Indonesiatravel, Kamis (23/5/2013).
Saat pagi hari di Batutumonga, kabut dan sekumpulan awan putih bersih membalut langit Tana Toraja. Anda akan merasa bagaikan sedang berdiri di negeri awan.
Batutumonga adalah kawasan yang terbilang sepi dan lengang aktivitas. Tak banyak yang dapat Anda lakukan selain menikmati keindahan alam dan mencari ketenangan. Sangat cocok bagi Anda yang ingin menghilangkan penat.

Untuk menuju Batutumonga, ada dua pilihan cara transportasi. Pertama, menumpang minibus atau bemo dari Pasar Bolu. Kedua, menyewa mobil yang akan membawa Anda hingga ke lokasi. Siapkan kondisi mobil sebaik mungkin karena perjalanan akan cukup berkelok.
Keindahan Alam Tanah di lihat Dari Atas Batutumonga
Batutumonga
Bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan alam berupa bentang persawahan yang hijau disarankan untuk berkunjung pada Maret dan April. Apabila tidak ingin melewatkan hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning, maka datanglah ke Batutumonga pada Juli atau Agustus.

Objek Wisata di Kabupaten Tana Toraja

Objek Wisata di Kabupaten Tana Toraja

Pallawa 


Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur. Tongkonan digunakan juga sebagai tempat untuk menyimpan mayat. Tongkonan berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja). Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (bangah) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan yang berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 Km ke arah utara dari Rantepao.

Londa 



Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Londa terletak de Desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalai, sekitar 5 Km ke arah selatan dari Rantepao, Tana Toraja.

Ke'te Kesu 

Ke'te Kesu
kette kesu

Ke’te Kesu berarti pusat kegiatan, dimana terdapatnya perkampungan, tempat kerajinan ukiran, dan kuburan. Pusat kegiatannya adalah berupa deretan rumah adat yang disebut Tongkonan, yang merupakan obyek yang mempesona di desa ini. Selain Tongkonan, disini juga terdapat lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir. Terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepao.

Batu Tumonga 

Batutumonga

Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2 – 3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan Rantepao dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sesean dengan ketinggai 1300 Meter dari permukaan laut.



Lemo 

Kuburan Lmo
Lemo

Lemo merupakan sebuah kuburan yang dibuat di bukit batu. Bukit ini dinamakan Lemo karena bentuknya bulat menyerupai buah jeruk (limau). Di bukit ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan dan tiap lubangnya merupakan kuburan satu keluarga dengan ukuran 3 X 5 M. Untuk membuat lubang ini diperlukan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan biaya sekitar Rp. 30 juta. Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo anda dapat melihat mayat yang disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma Nene. Kuburan Batu Lemo ini terletak di sebelah utara Makale, Kabupaten Tana Toraja.